Sewa Torque WrenchPerusahaan kami sangat berkompeten dalam bidang pekerjaan Sewa Torque Wrench yang sesuai Judul atau tulisan dan artikel yang di buat di blog/website Sewa Torque Wrench ini , dan khusus pekerjaan kami bidang perpipaan minyak dan gas bumi. Kami sangat senang apabila bisa membantu menyelesaikan masalah perusahaan Anda dalam bidang mengerjakan Perpipaan Minyak dan Gas Bumi terutama Sewa Torque Wrench


Sewa Torque Wrench Menerima pekerjaan jasa dan barang Sewa Torque Wrench yang sesuai Judul atau tulisan dan artikel yang di buat di blog/website Sewa Torque Wrench ini di seluruh Indonesia , Untuk melaksanakan pekerjaan jasa dan barang yang sesuai Judul atau tulisan dan artikel yang di buat di blog/website Sewa Torque Wrench ini  kami siap akan memberikan harga yang terbaik dan hasil yang terbaik anda bisa Menghubungi Kami : ontak:
PT.Kurnia Global Energi
Admin Sales
Alamat : Jl.ternate raya Blok X2 No 171 Perumnas 3 bekasi Timur
Phone Kantor : 021 82691233 (Jam Kerja)
Phone Personal : 081384777274 / 081280554443
(Kontak WhatsApp 24 Jam)
Email : rujitodaud@kge.co.id / rujitodaud@ymail.com

PROSEDUR KERJA HYDRAULIC TORQUE WRENCH 

 A. PROSEDUR KERJA PENGENCANGAN BAUT

TIGHTENING BOLT WORKING PROCEDURE

1.  Penempatan peralatan Hydraulic Torque Wrench pada Baut di sebuah Flange. 

Tempatkan posisi peralatan Hydraulic Torque Wranch pada Baut di sebuah Flange, menurut orientasi Torque pengikatan Baut (searah jarum jam), seperti gambar berikut : 

2.  Pengikatan Baut dengan nilai tekanan 30% dari tekanan Pompa yang diinginkan. 

Naikan tekanan Pompa setelah dipastikan peralatan Terpasang sempurna pada Baut Flange dan selang Hydraulic twin line sudah terkoneksi pada peralatan dan Pompa. Berikan tekanan 30% dari tekanan Pompa yang diinginkan dan lakukan pengikatan pada seluruh baut berdasarkan urutan diagram bintang seperti diagram dibawah sampai seluruh Baut dikencangkan, kemudian turunkan tekanan pompa perlahan-lahan hingga mencapai 0 psi. 

3.  Pengikatan baut dengan nilai tekanan 60% dari tekanan Pompa yang diinginkan. 

Setelah pengikatan baut dengan tekanan 30%, naikan Tekanan Pompa hingga mencapai tekanan Pompa 60% dari tekanan Pompa yang diinginkan dan lakukan pengikatan kembali sesuai dengan prosedur sebelumnya, turunkan tekanan Pompa perlahan-lahan hingga tekanan  0 psi setelah seluruh Baut selesai dikencangkan. 

4.  Pengikatan Baut dengan nilai tekanan sesuai tekanan Pompa yang diinginkan (100%). 

Setelah pengikatan Baut dengan tekanan 60% Kemudian kencangkan Baut dengan menaikan Tekanan hingga mencapai 100% dari tekanan yang diinginkan dan lakukan kembali pengikatan Sesuai dengan urutan diagram bintang sampai Seluruh Baut terikat sempurna, kemudian turunkan tekanan Pompa perlahan-lahan dengan sempurna. 

5.  Pemeriksaan Torsi Baut (Break loose check)

Lakukan pemeriksaan Torsi Baut (break loost check) untuk memastikan Baut kencang sempurna sesuai nilai Torsi yang diinginkan pada posisi baut 0º, 90º, 180º dan 270º (minimum 4 posisi Baut). Lakukan pengikatan baut pada tekanan Pompa 100% pada seluruh Baut Flange sesuai prosedur no.3 jika hasil break loost check belum mencapai nilai Torsi yang diinginkan.

B. PROSEDUR PELEPASAN BAUT. 

Prosedur pelepasan Baut adalah kebalikan dari prosedur pengikatan Baut dan posisi peralatan Hydraulic Torque Wrench berlawanan dimana posisi peralatan ditampatkan menurut orientasi Torque pelepasan Baut (berlawanan dengan arah jarum jam)

LAMPIRAN PROSEDUR PENGENCANGAN BAUT 

  1. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 4
  2. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 8 
  3. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 12
  4. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 16
  5. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 20 
  6. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 24 
  7. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 28 
  8. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 32
  9. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 36 
  10. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 40
  11. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 44
  12. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 48
  13. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 52 
  14. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 56
  15. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 57
  16. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 60 
  17. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 76
  18. Pengencangan pada flange dengan jumlah baut 96

DOKUMENTASI